Psikologi

Perihal Lupa Nama

“Hai Benny! Eh, maksud saya Denny. Atau Ronny? Aduh maaf, siapa tadi nama kamu?” 😀

Hehehe.. Pernah demikian?

Mungkin banyak dari kita yang demikian, terutama saat baru kenalan. Ngobrol sedikit banyak, lalu lupa lagi nama kenalannya siapa. Terlebih bila baru kenalan dengan sejumlah orang dalam waktu yang bersamaan, misal saat baru bergabung dengan lingkungan yang baru.

Bila baru semenit dua menit berkenalan lalu lupa, masih wajar saja. Namun bagaimana bila sudah cukup lama lantas lupa nama? Steffi Teowira di situs http://www.qerja.com menyebutkan beberapa tips & trik yang dapat diterapkan agar lebih mudah mengingat nama:

1. Menyebut Nama Berulang-Ulang
Teknik mengingat nama tidak ada bedanya dengan teknik menghafal: semakin sering Anda mengucapkannya, semakin ‘menempel’ di otak Anda.

Misalnya Anda baru dikenalkan dengan seseorang bernama Timo, pastikan Anda langsung menyebut ulang namanya. “Hai Timo, nama saya XXX. Kerja di mana, Timo?”

2. Asosiasi Nama
Anda dapat mencoba mengasosiasikan nama mereka dengan penampilan atau informasi yang Anda dapatkan saat berbincang-bincang.

Ketika Anda sedang berkenalan, coba perhatikan fitur fisik mereka. Misalnya A memiliki rambut panjang, jadi ingat-ingatlah kalau “A itu yang rambutnya panjang”. Jika orang tersebut kebetulan memiliki nama yang unik, Anda juga bisa mencoba mengasosiasikannya dengan nama benda yang mirip, kemudian visualisasikan benda tersebut setiap Anda melihat sang kenalan.

Jika Anda sudah bercakap-cakap dan mendapat informasi tambahan tentang orang tersebut, bisa juga coba kaitkan dirinya dengan sepotong informasi. Misalnya koneksi Anda bekerja sebagai koki, coba bayangkan ia sedang memasak dengan topi koki. Menurut para ahli, asosiasi visual akan membuat informasi lebih mudah diserap.

3. Visualisasikan Nama Mereka di Dahi
Coba bayangkan kalau nama kenalan baru Anda tertulis di dahinya. Yup, coba saja! Trik ini konon juga dipakai oleh Franklin Roosevelt, loh.

KALAU TELANJUR LUPA

Bagaimana kalau telanjur lupa? Tentu rasanya memalukan bukan main. Kadang malah berisiko menyinggung lawan bicara Anda. Daripada Anda terbata-bata, coba salah satu trik ini:

1. Tanyakan Nama Belakang
Tanyakan kembali nama lawan bicara Anda dan mereka otomatis akan menyebutkan nama depan, lalu katakan “Maksudnya nama belakang”. Berpura-puralah kalau yang Anda tanyakan adalah nama belakang, padahal sebetulnya yang Anda incar adalah nama depan yang Anda lupakan tadi.

2. Minta Kartu Nama
Tentu saja tidak ada yang akan tersinggung jika Anda meminta kartu nama mereka, kan?

3. Minta Kontak Sosial
Minta kontak email, Twitter atau aplikasi messaging. Nama mereka akan muncul di ponsel Anda dan ini juga akan memudahkan Anda untuk menghubungi mereka lain kali.

4. Kenalkan Pada Teman
Kenalkan teman Anda pada koneksi baru Anda dan mereka otomatis akan mengenalkan diri, jadi Anda bisa menangkap kembali nama mereka!

Sekian beberapa tips & trik yang mungkin bisa digunakan.
Anda ada tips/cara lain? Yuk berbagi di kolom komentar! Semoga makin memperkaya kamus tips & trik para pembaca lainnya 🙂

Salam,
Galuh Nindya

As I Began to Love Myself

As I began to love myself I found that anguish and emotional suffering
are only warning signs that I was living against my own truth.
Today, I know, this is “AUTHENTICITY”.

As I began to love myself I understood how much it can offend somebody
As I try to force my desires on this person, even though I knew the time
was not right and the person was not ready for it, and even though this
person was me. Today I call it “RESPECT”.

As I began to love myself I stopped craving for a different life,
and I could see that everything that surrounded me was inviting me to grow.
Today I call it “MATURITY”.

As I began to love myself I understood that at any circumstance,
I am in the right place at the right time, and everything happens
at the exactly right moment. So I could be calm.
Today I call it “SELF-CONFIDENCE”

As I began to love myself I quit steeling my own time,
and I stopped designing huge projects for the future.
Today, I only do what brings me joy and happiness, things I love to do
and that make my heart cheer, and I do them in my own way and in
my own rhythm. Today I call it “SIMPLICITY”.

As I began to love myself I freed myself of anything that is no good for
my health – food, people, things, situations, and everything that drew
me down and away from myself. At first I called this attitude
a healthy egoism. Today I know it is “LOVE OF ONESELF”.

As I began to love myself I quit trying to always be right, and ever since
I was wrong less of the time. Today I discovered that is “MODESTY”.

As I began to love myself I refused to go on living in the past and worry
about the future. Now, I only live for the moment, where EVERYTHING
is happening. Today I live each day, day by day, and I call it “FULFILLMENT”.

As I began to love myself I recognized that my mind can disturb me
and it can make me sick. But As I connected it to my heart, my
mind became a valuable ally. Today I call this
connection “WISDOM OF THE HEART”.

We no longer need to fear arguments, confrontations or any kind of problems
with ourselves or others. Even stars collide, and out of their crashing
new worlds are born.Today I know THAT IS “LIFE”!

[As I Began to Love Myself – Charlie Chaplin, on his 70th birthday, 1959]

I care, I share _/|\_

Salam,
Galuh Nindya

Tantangan Mendidik Anak di Era Digital – Seminar Parenting Bunda Elly Risman (3)

Alhamdulillah finally saya nulis juga post terakhir saya, menyambung post berseri saya pada Tantangan Mendidik Anak di Era Digital (1) dan Tantangan Mendidik Anak di Era Digital (2) yang telah lalu. Mohon maaafff beribu maaf tertunda lama sekali 😀

Kalau di 2 sesi sebelumnya, Bunda Elly telah memaparkan tentang pengasuhan orangtua dan bahaya serta tantangan yang dihadapi terkait perkembangan era digital, pada sesi terakhir, Bunda Elly memaparkan tentang kiat-kiat apa yg dapat dilakukan oleh para orangtua untuk melindungi, mengantisipasi, serta mengatasi anak-anak terhadap paparan pornografi.

Berhubung seminarnya sudah berlalu lama, saya sudah agak terlupa gambaran persisnya. Jadi mohon maaf, saya akan membagi secara ringkas sesuai dengan catatan saya saja ya… 😀

Ada beberapa pertanyaan apabila anak telah terpapar pornografi:
– Adakah pertanyaan di kepalanya?
– Apakah mereka mau bertanya kepada kedua orangtuanya?
– Kalau pun mereka mau bercerita/bertanya, apakah sang ortu mau & bersedia menjawabnya?

Ayah Bunda sayang, anak itu bukanlah milik kita, melainkan amanah yang dipercayakan Allah pada kita. Bunda Elly mengatakan, mau tak mau, orangtua harus memaksakan/memberanikan diri berdialog dengan anak untuk mengetahui apakah putra/putri tercintanya telah terpapar pornografi. Ayah dan Bunda harus duduk bersama, tak boleh hanya salah satunya saja. Mengapa? Sebab tak ada yang lebih bertanggung jawab pada diri anak selain orangtuanya. Sebab, terapis terbaik bagi anak adalah kedua orangtua tercintanya.

Lantas pertanyaan berikutnya, bagaimana bila Sang Ayah merasa bahwa hal tersebut tak terlalu urgent untuk dilakukan? Berarti para Bunda punya pe er tambahan. Bunda harus bicara dulu dengan suami tercinta mengenai pentingnya hal tersebut. Nah, ternyata nih ibu ibu.. bicara dengan para bapak bapak itu juga ada tipsnya:
1. Pilih waktu. Bunda Elly bilang, waktu yg paling tepat untuk bicara dengan suami tersayang adalah pasca berhubungan suami istri. Mengapa? Sebab otak suami sedang dalam kondisi rileks. 😀
2. Sampaikan isu kritisnya. Misal: “pornografi bahaya, bisa rusak otak anak secara permanen.”
3. Rumuskan dalam 15 kata.
Kaum pria berbeda dengan para ibu ibu. Mereka tak bisa mendengarkan kalimat yang berbelit-belit. Apalagi untuk kalimat-kalimat pembuka. Jadi untuk menarik perhatian dan fokusnya, sampaikan isu kritis (intinya) dalam maksimal 15 kata saja. Bila sang suami telah terlihat benar-benar fokus & tertarik dengan isu yg disampaikan, baru silakan abaikan aturan maksimal 15 kata tersebut. hehehe

Lalu bagaimana mengenali anak yang telah terpapar pornografi? Berikut adalah ciri-ciri anak yang telah kecanduan pornografi:
1. Mudah haus & tenggorokan kering
2. Sering minum
3. Sering buang air kecil
4. Sering berkhayal
5. Bila Anda tegur & batasi bermain gadget, dia marah, melawan, berkata kasar, bahkan keji
6. Mulai impulsif, berbohong, jorok, moody.
7. Malu tidak pada tempatnya
8. Sulit berkkonsentrasi
9. Jika bicara, menghindari kontak mata
10. Menyalahkan orang
11. Secara emosional menutup diri
12. Sering bermain PS & internet dalam waktu yg lama
13. Prestasi akademis menurun
14. Main dengan teman/kelompok yg ‘itu-itu’ saja
15. Berperilaku aneh, seperti kancing baju sampai ke atas, rambut gondrong, dll
16. Hilang empati, yang diminta harus diperoleh.
Kata Bunda Elly, 5 saja ciri-ciri di atas ada pada anak kita, berarti ia telah kecanduan pornografi.

Selanjutnya, apabila suami tercinta sudah sepemahaman, maka silakan Ayah dan Bunda duduk bersama dan berdialog dengan sang anak. Pertanyaan berikutnya, bagaimana memulainya? Berikut saya kutipkan contoh dialognya. Ayah Bunda bisa menyesuaikan bahasanya sesuai dengan bahasa sendiri/kondisi anak agar dialog dapat terjalin senyaman mungkin.

O: orangtua
A: anak

O: Nak, ada 3 hal yang diinginkan oleh pebisnis pornografi. 1). kamu punya perpustakaan porno di otakmu; 2). otakmu rusak; 3). kamu jadi pelanggan mereka seumur hidup. Apa sayang? (minta anak mengulanginya)
A: (anak menjawab/mengulangi)
O: Bunda tanya, 5+5= … (anak menjawab), 10+10= … (anak menjawab), 50-25= … (anak menjawab)
O: Ya, benar..
O: Kenapa kamu bisa jawab cepat nak? Karena kamu sudah diajarin dari kecil, jadi sudah biasa. Itu namanya, di otakmu sudah ada perpustakaan tambah dan kurang di kepalamu. Di kepala kita, ada banyak perpustakaan. Nah, di kepalamu sudah ada perpustakaan porno belum? Kan kamu sudah biasa nonton tv, buka internet, dll.

Jika sudah, silakan lanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Kapan pertama kali kamu lihat porno?
2. Gimana caranya?
3. Apa yang kamu rasakan?
4. Apa yang kamu lakukan setelah lihat itu?
5. Berapa lama kemudian kamu melihatnya lagi?
6. Kapan terakhir kali kamu lihat itu?
7. Sekarang apa yang kamu rasakan?
8. Apa kamu merasa perlu bantuan Ayah/Ibu?

Tips menjadi terapis bagi anak:
1. Tenang!
2. Ingatlah bahwa amanah adalah amanah Allah (ingat Q.S. 5:48 & 6:165). Anak bisa jadi permata hati, ujian, dan juga musuh.
3. Takutlah kepada Allah, jangan sampai mengembalikan sang anak dalam keadaan babak belur (rusak mental & otaknya)
4. Hindari marah & panik.
5. Turunkan frekuensi, sesuaikan dengan kondisi anak.
6. Terima: maafkan, minta ampunkan kepada Allah (Q.S. 64:14), maafkan diri sendiri
7. Bermusyawarah (Q.S. 3:159)
8. Perbaiki pola pengasuhan

Bunda Elly menggambarkan cara terapi dengan analogi kantong air. Kondisi dibagi menjadi 2: kantong air yang belum bocor (belum kebocoran pornografi) & kantong air yang sudah bocor.

Kantong air belum bocor:
1. Pelihara kantong anak dari faktor buruk
2. Kuatkan pondasi
3. Isi ‘air baik’ dengan dasar ilmu agama
4. Pantau terus & pelihara

Kantong air sudah bocor:
1. Turunkan ‘air buruk’:
– taubat, memohon ampun pada Allah
– meminta maaf pada anak
2. Tambal yang bolong
3. Gantikan ‘air buruk’ dengan ‘air baik’.
Ayah & Ibu harus kompak dalam pengasuhan anak.

Lantas bagaimana cara memperbaiki pola pengasuhan? Rumuskanlah tujuan pengasuhan:
1. Menjadikan anak sebagai hamba Allah yang bertaqwa (ibadah baik & berakhlaq karimah)
2. Siapkan anak menjadi calon suami/calon istri yang baik
3. Siapkan anak menjadi calon ayah/calon ibu
4. Carikan sekolah untuk dididik menjadi profesional
5. Khusus untuk anak laki-laki: jadikan anak laki-laki sebagai pendidik
6. Khusus untuk anak laki-laki: jadikan anak laki-laki sebagai pengayom
7. Untuk anak laki-laki & perempuan: sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain

8 Hal yang membantu anak:
1. Jangan fokus pada aspek akademis semata
2. Aktif menggunakan teknologi media
3. Komunikasi dan disiplin berbeda
4. Perkuat Allah dalam diri anak. Bicarakan tentang memelihara kesucian sampai menikah
5. Kemampuan berpikir kritis
6. Konsep & harga diri yang baik
7. Mandiri & bertanggung jawab
8. Do’a

Langkah-langkah menjadi terapis bagi anak yang telah terpapar pornografi:
1. Syukur – tempatkan masalahnya
2. Sabar – bersabarlah dalam menghadapi kerusakan otak
3. Shalat – mendekat & memohon pertolongan-Nya
4. Sedekah
5. Baca Al Quran
6. Baik dengan diri sendiri
7. Bantu anak dulu

Bagaimana cara menghadapi anak? – Syarat utamanya adalah: AYAH WAJIB MEMIMPIN DIALOG.
Gunakan pula kekuatan sentuhan kala berdialog dengan anak.
– Cari tahu penyebab anak mulai: games, porno, pacaran
– Selesaikan hal-hal yang menyangkut: emosi & harga diri anak, sehingga kecanduan akan menurun.
– Gunakan jangkar, seperti: “Ilham sayang..”, “Nina permataku..”, “Hafidz buah hatiku..” (bersuaralah dengan hati)
– Harus disampaikan dengan mantap & continue dibicarakan

Cara menghadapi anak:
1. Jelaskan target penyedia pornografi
2. Tanyakan bagaimana pendapatnya – pahamkan bagaimana hukum agama & konsekuensinya
3. Susun langkah yang akan dilakukan bersama.
– alternatif kegiatan untuk anak. misal: olahraga, kreatifitas, dll
– buat jadwal. misal: badminton, dll
4. Anak diminta untuk membuat daftar/list: siapa saja yang pernah ‘dikerjain’. ex: digoda, dicium, dll – anak harus meminta maaf.

Jadiii Ayah Bunda tercinta, kala seminar kemarin, Bunda Elly juga menyebutkan tentang program “Pulangkan Ayah ke Rumah!”. Maksudnya adalah, peran Ayah juga diperlukan dalam pengasuhan anak. Kurangnya peran Ayah akan menimbulkan dampak tertentu bagi putra putri tercinta. Bagi anak laki-laki, dapat menyebabkan anak menjadi nakal, agresif, terlibat narkoba, atau bahkan seks bebas. Sedangkan bagi anak perempuan, dapat menyebabkan depresi atau terlibat seks bebas, atau bahkan hal-hal lainnya.

Katanya,
“Ayah sayang, matikan HP sejenak, banyak-banyaklah ngobrol dengan anak. Pekerjaan ada batasnya, apalagi jabatan. Luangkan waktu berhargamu untuk putra putri tercinta.”
*please kindly read: Vitamin A(yah) untuk Anak Kita

Oya, Bunda Elly juga menyebutkan aplikasi/situs pemblokir mudah & gratis yang dapat Ayah Bunda gunakan untuk memproteksi anak:
1. kakatu (aplikasi android)
2. http://www.k9webprotection.com
3. http://www.esrb.org
4. untuk di windows xp:
– pilih control panel di start menu
– klik network connections yg ada di control panel
– pilih koneksi yg ada dr jendela work connection
– klik tombol properties
– pilih internet protocol (TCP/IP) & klik properties
– klik radio button pada use the following DNS server addresses & ketiklah alamat DNS Nawala pd kolom Preferred DNS server & Alternate DNS server (alamat DNS Nawala 180.131.144.144 dan 180.131.145.145)
– klik ok

Demikian sharing saya, Ayah Bunda & calon Ayah Bunda.. Semoga bermanfaat 🙂

Salam,
Galuh Nindya

Nasihat Perkawinan

“Nasehat Perkawinan untuk Putriku”

*disalin dari: https://blueaurora.wordpress.com/2015/07/29/tulisan-terakhir-sebuah-epilog/

Abu Khaulah Zainal Abidin

(Seandainya ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa panjangkan umurku dan memberikan kesempatan kepadaku menyaksikan pernikahan putriku tercinta, kira-kira seperti inilah yang ingin aku sampaikan):

بسم الله الرحمن الرحيم

إن الحمد لله , نحمده ونستعينه , ونستغفره , ونعوذ بالله من شرور أنفسنا , ومن سيئات أعمالنا , من يهده الله فلا مضل له , ومن يضلل فلا هادي له , وأشهد أن لاإله إلا الله وحده لاشريك له , وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وسلم .

{ يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون }

{ يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تسألون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا }

{ يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا , يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم , ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما }

Anak-anakku..,

Hari ini akan menjadi satu di antara hari-hari yang paling bersejarah di dalam kehidupan kalian berdua. Sebentar lagi kalian akan menjadi sepasang suami-isteri, yang darinya kelak akan lahir anak-anak yang sholeh dan sholehah, dan kalian akan menjadi seorang bapak dan seorang ibu, untuk kemudian menjadi seorang kakek dan seorang nenek, ……insya الله.

Rentang perjalanan hidup manusia yang begitu panjang … sesungguhnya singkat saja. Begitu pula…liku-liku dan pernik-pernik kerumitan hidup sesungguhnya jugalah sederhana. Kita semua.. diciptakan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa tidak lain untuk beribadah kepada NYA. Maka, jika kita semua berharap kelak dapat berjumpa dengan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa …dalam keadaan IA ridlo kepada kita, hendaklah kita jadikan segala tindakan kita semata-mata di dalam rangka mencari keridlo’an-NYA dan menyelaraskan diri kepada Sunnah Nabi-NYA Yang Mulia –Shallallahu alaihi wa sallam

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا.

(Maka barangsiapa merindukan akan perjumpaannya dengan robb-nya, hendaknya ia beramal dengan amalan yang sholeh, serta tidak menyekutukan dengan sesuatu apapun di dalam peribadatan kepada robb-nya.)

Begitu pula pernikahan ini, ijab-qabulnya, adanya wali dan dua orang saksi, termasuk hadirnya kita semua memenuhi undangan ini…adalah ibadah, yang tidak luput dari keharusan untuk sesuai dengan syari’at ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa.

Oleh karena itu…, kepada calon suami anakku

Saya ingatkan, bahwa wanita itu dinikahi karena empat alasan, sebagaimana sabda Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam:

عن أبي هريره رضي الله عنه، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال:
تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك

Wanita dinikahi karena empat alasan. Hartanya, keturunannya, kecantikannya,atau agamanya. Pilihlah karena agamanya, niscaya selamatlah engkau.” (HR:Muslim)

Maka ambilah nanti putriku sebagai isteri sekaligus sebagai amanah yang kelak kamu dituntut bertanggung jawab atasnya. Dengannya dan bersamanya lah kamu beribadah kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa, di dalam suka…di dalam duka. Gaulilah ia secara baik, sesuai dengan yang diharuskan menurut syari’at ALLAH. Terimalah ia sepenuh hati, kelebihan dan kekurangannya, karena ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah memerintahkan demikian:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

(Dan gaulilah isteri-isterimu dengan cara yang ma’ruf. Maka seandainya kalian membenci mereka, karena boleh jadi ada sesuatu yang kalian tidak sukai dari mereka, sedangkan ALLAH menjadikan padanya banyak kebaikan.) (An-Nisaa’:19)

Dan ingatlah pula wasiat Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam-:

إستوصوا بالنساء خيرا فإنهن عوان عندكم

(Pergaulilah isteri-isteri dengan baik. Karena sesungguhnya mereka itu mitra hidup kalian)

Dan perlakuanmu terhadap isterimu ini menjadi cermin kadar keimananmu, sebagaimana Sabda Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam-;

أكمل المؤمن إيمانا أحسنهم خلقا و خياركم خياركم لنساءهم (الترمذي عن ابي هريرة)

(Mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya)

Dan kamu sebagai laki-laki adalah pemimpin di dalam rumah tangga.

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

(Lelaki itu pemimpin bagi wanita disebabkan ALLAH telah melebihkan yang satu dari yang lainnya dan disebabkan para lelaki yang memberi nafkah dengan hartanya.) (An-Nisaa’: 34)

Maka agar kamu dapat memimpin rumah tanggamu, penuhilah syarat-syaratnya, berupa kemampuan untuk menafkahi, mengajari, dan mengayomi. Raihlah kewibawaan agar isterimu patuh di bawah pimpinanmu. Jadilah suami yang bertanggungjawab, arif dan lemah lembut , sehingga isterimu merasa hangat dan tentram di sisimu. Berusahalah sekuat tenaga menjadi teladan yang baik baginya, sehingga ia bangga bersuamikan kamu. Ya, inilah sa’atnya untuk membuktikan bahwa kamu laki-laki sejati, laki-laki yang bukan hanya lahirnya.

Kepada putriku

Saya ingatkan kepadamu akan sabda Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam– :

عن أبي هريرة؛ قال:- قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

إذا أتاكم من ترضون خلقه ودينه فزوجوه. إلا تفعلوا تكن فتنة في الأرض وفساد عريض

Jika datang kepadamu (-wahai para orang tua anak gadis-) seorang pemuda yang kau sukai akhlaq dan agamanya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan menyebarnya kerusakan di muka bumi.” (HR: Ibnu Majah)

Dan semoga -tentunya- calon suamimu datang dan diterima karena agama dan akhlaqnya, bukan karena yang lain. Maka hendaknya kau luruskan pula niatmu. Sambutlah dia sebagai suami sekaligus pemimpinmu. Jadikanlah perkawinanmu ini sebagai wasilah ibadahmu kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa. Camkanlah sabda Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam-:

لو كنت أمرا أحد ان يسجد لأحد لأمرت المرءة ان تسجد لزوجها (الترم1ي عن ابي هريرة)

(Seandainya aku boleh memerintahkan manusia untuk sujud kepada sesamanya, sungguh sudah aku perintahkan sang isteri sujud kepada suaminya.)

Karenanya sekali lagi saya nasihatkan , wahai putriku…

Terima dan sambutlah suamimu ini dengan sepenuh cinta dan ketaatan.

Layani ia dengan kehangatanmu…

Manjakan ia dengan kelincahan dan kecerdasanmu…

Bantulah ia dengan kesabaran dan doamu…

Hiburlah ia dengan nasihat-nasihatmu…

Bangkitkan ia dengan keceriaan dan kelembutanmu…

Tutuplah kekurangannya dengan mulianya akhlaqmu…

Manakala telah kamu lakukan itu semua, tak ada gelar yang lebih tepat disandangkan padamu selain Al Mar’atush-Shalihah, yaitu sebaik-baik perhiasan dunia. Sebagaimana Sabda Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam-:

الدنيا متاع وخير متاع الدنيا المرأة الصالحة ( مسلم)

(Dunia tak lain adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.)

Inilah satu kebahagiaan hakiki -bukan khayali- yang diidam-idamkan oleh setiap wanita beriman. Maka bersyukurlah, sekali lagi bersyukurlah kamu untuk semua itu, karena tidak semua wanita memperoleh kesempatan sedemikian berharga. Kesempatan menjadi seorang isteri, menjadi seorang ibu. Terlebih lagi, adanya kesempatan, diundang masuk ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki. Yang demikian ini mungkin bagimu selagi kamu melaksanakan sholat wajib lima waktu -cukup yang lima waktu-, puasa -juga cukup yang wajib- di bulan Ramadhan, menjaga kemaluan -termasuk menutup aurat- , dan ta’at kepada suami. Cukup, cukup itu. Sebagaimana sabda Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam-:

إذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وحفظت فرجها وأطاعت زوجها

قيل لها: ادخلي الجنة من أي أبواب الجنة شئت (أحمد عن عبدالرحمن بن عوف)

(Jika seorang isteri telah sholat yang lima, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan ta’at kepada suaminya. Dikatakan kapadanya: Silahkan masuk ke dalam Surga dari pintu mana saja yang engkau mau.)

Anak-anakku…,

Melalui rangkaian ayat-ayat suci Al Qur’an dan Hadits-Hadits Nabi Yang Mulia, kami semua yang hadir di sini mengantarkan kalian berdua memasuki gerbang kehidupan yang baru, bersiap-siap meninggalkan ruang tunggu, dan mengakhiri masa penantian kalian yang lama. Kami semua hanya dapat mengantar kalian hingga di dermaga. Untuk selanjutnya, bahtera rumah-tangga kalian akan mengarungi samudra kehidupan, yang tentunya tak sepi dari ombak, bahkan mungkin badai.

Karena itu, jangan tinggalkan jalan ketaqwaan. Karena hanya dengan ketaqwaan saja ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa akan mudahkan segala urusan kalian, mengeluarkan kalian dari kesulitan-kesulitan, bahkan mengaruniai kalian rizki.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

(Dan barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan berikan bagi nya jalan keluar dan mengaruniai rizki dari sisi yang tak terduga.)

(Dan barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan mudahkan urusannya.)

Bersyukurlah kalian berdua akan ni’mat ini semua. ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah mengarunia kalian separuh dari agama ini, ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah mengarunia kalian kesempatan untuk menjalankan syari’at-NYA yang mulia, ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa juga telah mengaruniai kalian kesempatan untuk mencintai dan dicintai dengan jalan yang suci dan terhormat.

Ketahuilah, bahwa pernikahan ini menyebabkan kalian harus lebih berbagi. Orang tua kalian bertambah, saudara kalian bertambah, bahkan sahabat-sahabat kalian pun bertambah, yang kesemua itu tentu memperpanjang tali silaturahmi, memperlebar tempat berpijak, memperluas pandangan, dan memperjauh daya pendengaran. Bukan saja semakin banyak yang perlu kalian atur dan perhatikan, sebaliknya semakin banyak pula yang akan ikut mengatur dan memperhatikan kalian. Maka, barang siapa yang tidak kokoh sebagai pribadi dia akan semakin gamang menghadapi kehidupannya yang baru.

Ketahuilah, bahwa anak-anak yang sholeh dan sholehah yang kalian idam-idamkan itu sulit lahir dan tumbuh kecuali di dalam rumah tangga yang sakinah penuh cinta dan kasih sayang. Dan tentunya tak akan tercipta rumah-tangga yang sakinah, kecuali dibangun oleh suami yang sholeh dan isteri yang sholehah.

Akan tetapi, wahai anak-anakku, jangan takut menatap masa depan dan memikul tanggung jawab ini semua. Jangan bersedih dan berkecil hati jika kalian menganggap bekal yang kalian miliki sekarang ini masih sangat kurang. ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa berfirman:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

(Artinya: “Dan janganlah berkecil hati juga jangan bersedih. Padahal kalian adalah orang-orang yang mulia seandainya sungguh-sungguh beriman.”) (Ali Imran: 139)

Ya, selama masih ada iman di dalam dada segalanya akan menjadi mudah bagi kalian. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling tolong-menolong di dalam kebajikan dan taqwa. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling menutupi kelemahan dan kekurangan masing-masing. Bersungguh-sungguhlah untuk itu, untuk meraih segala kebaikan yang ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa sediakan melalui pernikahan ini. Jangan lupa untuk senantiasa memohon pertolongan kepada ALLAH. kemudian jangan merasa tak mampu atau pesimis. Jangan, jangan kalian awali kehidupan rumah tangga ini dengan perasaan lemah !

احرص على ما ينفعك. واستعن بالله ولا تعجز

(Bersungguh-sungguhlah kepada yang bermanfa’at bagimu, mohonlah pertolongan kepada ALLAH, dan jangan merasa lemah!) (HR: Ibnu Majah)

Terakhir, ingatlah bahwa nikah merupakan Sunnah Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam-, sebagaimana sabdanya:

النكاح من سنتي فمن رغب عن سنتي فليس مني

(Nikah itu merupakan bagian dari Sunnahku. Maka barang siapa berpaling dari Sunnahku, ia bukanlah bagian dari umatku.)

Maka janganlah justru melalui pernikahan ini atau setelah aqad ini kalian justru meninggalkan Sunnah untuk kemudian bergelimang di dalam berbagai bid’ah dan kema’shiyatan.

Kepada besanku…

Terimalah masing-masing mereka sebagai tambahan anak bagi kita. Ma’lumilah kekurangan-kekurangannya, karena mereka memang masih muda. Bimbinglah mereka, karena inilah saatnya mereka memasuki kehidupan yang sesungguhnya.

Wajar, sebagaimana seorang anak bayi yang sedang belajar berdiri dan berjalan, tentu pernah mengalami jatuh untuk kemudian bangkit dan mencoba kembali. Maka bantulah mereka sampai benar-benar kokoh untuk berdiri dan berjalan sendiri.

Bantu dan bimbing mereka, tetapi jangan mengatur. Biarkan.., Karena sepenuhnya diri mereka dan keturunan yang kelak lahir dari perkawinan mereka adalah tanggung-jawab mereka sendiri di hadapan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa. Hargailah harapan dan cita-cita yang mereka bangun di atas ilmu yang telah sampai pada mereka.

Keterlibatan kita yang terlalu jauh dan tidak pada tempatnya di dalam persoalan rumah tangga mereka bukannya akan membantu. Bahkan sebaliknya, membuat mereka tak akan pernah kokoh. Sementara mereka dituntut untuk menjadi sebenar-benar bapak dan sebenar-benar ibu di hadapan…dan bagi anak-anak mereka sendiri.

Ketahuilah, bahwa bukan mereka saja yang sedang memasuki kehidupannya yang baru, sebagai suami isteri. Kita pun, para orang tua, sedang memasuki kehidupan kita yang baru, yakni kehidupan calon seorang kakek atau nenek – insya الله. Maka hendaknya umur dan pengalaman ini membuat kita,…para orangtua, menjadi lebih arif dan sabar, bukannya semakin pandir dan dikuasai perasaan. Pengalaman hidup kita memang bisa jadi pelajaran, tetapi belum tentu harus jadi acuan bagi mereka.

Jika kelak -dari pernikahan ini- lahir cucu-cucu bagi kita. Sayangilah mereka tanpa harus melecehkan dan menjatuhkan wibawa orangtuanya. Berapa banyak cerita di mana kakek atau nenek merebut superioritas ayah dan ibu. Sehingga anak-anak lebih ta’at kepada kakek atau neneknya ketimbang kepada kedua orangtuanya. Sungguh, akankah kelak cucu-cucu kita menjadi anak-anak yang ta’at kepada orangtuanya atau tidak, sedikit banyak dipengaruhi oleh cara kita memanjakan mereka.

Kepada semua, baik yang pernah mengalami peristiwa semacam ini, maupun yang sedang menanti-nanti gilirannya, marilah kita do’akan mereka dengan do’a yang telah diajarkan oleh Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam-:

بارك الله لك وبارك عليك وجمع بينكما في خير

فأعتبروا يا أولي الأبصار

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لاإله إلاأنت أستغفرك وأتوب إليك

Salam
Galuh Nindya

Jeda

Sejatinya, yang tengah kita butuhkan adalah jeda
Istirahat sejenak di antara hiruk pikuknya hari
Di antara riuh rendahnya lalu lalang pikiran yang melalui
Berhenti sejenak untuk melakukan pengejaran-pengejaran.

Jeda, untuk kembali ‘hadir’ di saat ini,
Kembali menyadari segala anugerah yang telah diberi.
Henti sejenak, guna menghimpun energi kembali,
untuk hasil yang lebih tak dinyana diri.

Kawan, bukankah gergaji bila digunakan terus menerus juga akan tumpul?
Bukankah sesekali ia juga perlu diistirahatkan dan diasah kembali?

Dan ternyata, Allah sudah atur semuanya sesuai dengan kebutuhan diri.
Bukankah sebenarnya shalat adalah kesempatan jeda, yang telah diberi Allah untuk charge energi diri?
Bukankah shalat membantu kita untuk kembali menurunkan ritme kepala dan kerasnya hati?
Bukankah dg shalat, kita bisa kembali ‘hadir’ di saat ini,
Menyadari penuh segala doa-doa yang dilafalkan pada Ilahi,
Pikiran tak lagi berlompatan antara luka-luka masa lalu dengan kecemasan-kecemasan yang belum tentu terjadi?
Ternyata, Allah sudah beri kesempatan kita untuk jeda, minimal sebanyak 5x dalam sehari,
di antara riuh rendahnya hari.

Sayangnya, seringkali kita terlupa,
Tabrak sana sini, berlari tiada henti,
Abai terhadap lelah diri.
Terlupa, bahwa sejatinya, jeda adalah rahasia keseimbangan dalam hidup ini.

Salam,
Galuh Nindya