Masih Mau Menuntut Emansipasi?

Hari ini, seorang kawan mengirimi saya sebuah tulisan mengenai kewajiban nafkah seorang suami terhadap istrinya. Berikutnya, kawan saya tersebut menjelaskan bahwa sejatinya, istri tak berkewajiban untuk masak, mencuci, membersihkan rumah, dan sebagainya. Kewajiban seorang istri hanyalah taat pada suaminya dan mendidik putra-putrinya dg baik, sebab di situlah letak jihadnya. Dan ternyata, tanggung jawab seorang suami memberi nafkah kepada istri tak hanya sebatas materi yang berarti uang, lantas berikutnya menjadi kewajiban istri untuk membeli bahan mentah dan memasaknya hingga matang. Bukan. Ternyata, kewajiban nafkah suami adalah menyediakan makanan, bahkan menjamin sampai sang istri benar-benar telah makan. Pun begitu pula terkait sandang dan papan. Jujur, saya baru tau tentang hal ini. Ternyata, sebegitunya tanggung jawab suami terhadap istri. Luar biasa. Nah, kalaupun sang istri masak, mencuci, dan sebagainya, itu adalah bentuk taat dan cintanya terhadap sang suami. Bila dilakukannya dengan ikhlas, maka insyaa Allah akan tercatat menjadi ladang amalnya. Terbayang kalau sang suami menyadari tanggung jawabnya sehingga berusaha sebaik-baiknya untuk memenuhi apa yg telah menjadi tanggungannya, dan sang istri juga dengan ikhlas hati berusaha meringankan beban suaminya. Tak ada yg menuntut, tetapi sama-sama berusaha memberi & melayani. Alangkah indahnya.

Terkait rincian mengenai kewajiban nafkah ini, sebab perlu bahasan yang panjang, maka biarlah nanti saya menuliskannya pada post tersendiri lain kali.
Pada post ini, yang saya ingin tekankan adalah, betapa sungguh sebenarnya Islam benar-benar memuliakan wanita.

Kawan, pernahkah kita berpikir sebaliknya?

1. Aurat serta perhiasan wanita adalah suatu yg sangat mahal dan berharga. Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan terserak bukan? Itulah bandingannya antara seorang muslimah dengan perempuan jalanan.

2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi lelaki pun wajib taat kepada ibunya 3x lebih utama daripada kepada ayahnya. Bukankah ibu adalah juga seorang wanita?

3. Wanita menerima pusaka atau warisan kurang dari lelaki, tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya. Manakala lelaki menerima pusaka atau warisan, ia akan menggunakannya untuk istri dan anak-anaknya.

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat ia didoakan oleh segala makhluk Allah di muka bumi ini, dan matinya jika saat melahirkan adalah mati syahid.

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggungjawabkan 4 wanita ini: istrinya, ibunya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.

6. Seorang wanita pula, tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki ini: suaminya, ayahnya, anak lelakinya, dan saudara lelakinya.

7. Seorang wanita boleh memasuki pintu surga melalui pintu manapun yg disukainya, cukup dengan 4 syarat saja: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat pada suaminya, dan menjaga kehormatannya.

8. Seorang lelaki perlu pergi berjihad fii sabilillah, tetapi wanita, jika ia taat pada suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada Allah, ia akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang fii sabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Maasyaa Allah.. Betapa Islam sebenarnya sungguh memuliakan wanita. Lalu, bila sudah tau demikian, kita mau menuntut emansipasi yang bagaimana lagi?

Semoga kita dimudahkan untuk senantiasa menuntut ilmu, belajar, & memperbaiki diri tiada henti. Semoga kita dimudahkan meniti jalan-Nya. Aamiin yra.

Salam,
Galuh Nindya

*Sumber: Mustahiq edisi 49, Mei 2015, hal. 9

Advertisements

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s