Tantangan Mendidik Anak di Era Digital – Seminar Parenting Bunda Elly Risman (2)

Finally, setelah sekian lama, akhirnya saya bisa mengumpulkan niat & mengerahkan diri untuk menulis lagi, melanjutkan melunasi hutang berbagi hasil seminar parenting dari Bunda Elly Risman pada bulan Februari lalu. Maaf beribu maaf, kawan, lama nian saya menundanya.. 😦

Kalau pada post sebelumnya, saya berbagi mengenai pengasuhan orangtua, pada post kali ini, saya akan berbagi mengenai inti dari seminar yang diadakan, yaitu tantangan yang dihadapi para orangtua di era digital.

Sesi Kedua: Tantangan di Era Digital

Taukah Anda, bahwa sebenarnya para pebisnis miras, narkoba, pornografi, dan sejenisnya itu sebenarnya telah meneliti bagaimana cara para orangtua dalam mengasuh anaknya?

Taukah Anda, anak-anak seperti apa sebenarnya yang menjadi target utama dari mereka?
Ternyata, yang menjadi target utama para pebisnis narkoba, miras, pornografi itu adalah anak-anak yang BT, akibat cara komunikasi orangtua yang salah kepada mereka.
Yang menjadi target mereka adalah anak-anak yang memiliki konsep diri yang rendah.
Target mereka adalah:
– Anak-anak yang belum baligh
– Anak-anak yang BLAST. BLAST ini adalah akronim dari Boring (anak yang merasa bosan), Lonely (anak yang merasa kesepian), Anger/Afraid (anak yang merasa marah/takut), Stress (anak yang merasa tertekan), dan Tired (anak yang merasa kelelahan).
– Anak laki-laki. Mengapa? Sebab mereka lebih mudah fokus, otaknya dominan otak kiri, dan lebih banyak memiliki hormon testosteron.

Siapa mereka?

Mereka itu anak-anak yang barangkali…
… masuk sekolah terlalu dini #fenomena ibu bekerja yang susah cari pengasuh anak yang baik, lingkungan juga lebih tidak aman dibanding dulu, jadi anak banyak dipingit di dalam rumah, nah daripada anak sekedar nonton TV atau main game yang beresiko kecanduan mending disekolahkan saja, biar ada kegiatan dan pintar lebih awal#

Mereka itu anak-anak yang barangkali…
… kedua orang tuanya sibuk bekerja, atau sering dinas ke luar kota. Sementara saat ini kebanyakan anak-anak punya saudara kandung lebih sedikit, sehingga lebih merasa sendirian. Bahkan ada juga yang kedua orang tuanya berkarir, sehingga ayahnya tinggal di kota A, ibunya tinggal di kota B, dan anaknya dititipkan di eyangnya di kota C. Ketemuan beberapa minggu atau bulan sekali.

Mereka itu anak-anak yang barangkali…
… terlahir di luar nikah atau berasal dari keluarga broken home… #fenomena semakin banyak kasus perceraian dengan usia pernikahan yang masih muda#. Bahkan katanya kasus perceraian pasangan muda ini meningkat 400%.

Mereka itu anak-anak yang barangkali…
… marah dengan kondisi keluarganya yang tidak harmonis namun tidak bisa mengungkapkannya, atau tidak memiliki hubungan dan pola komunikasi yang baik dengan orang tuanya, sehingga anak kurang kasih sayang, merasa tidak nyaman, dan aman.

Mereka itu anak-anak yang barangkali…
… terbebani dengan kurikulum sekolah jaman sekarang yang terlalu berat, UN/UNAS, juga persaingan yang makin ketat. belum lagi kalau ditambah dengan berbagai macam les/kursus.

Mereka itu anak-anak yang barangkali…
… lelah dengan semua beban itu dan tuntutan dari orang tua atau lingkungan agar menjadi anak yang berprestasi dan serba bisa.

Sehingga mereka butuh media untuk melampiaskan perasaan BLAST itu.

Apa yang para pengusaha/produsen pornografi itu inginkan dari anak-anak kita?

1. Anak punya perpustakaan pornografi di otaknya
2. Kerusakan otak permanen
3. dan.. akhirnya anak kecanduan, sehingga menjadi pelanggan seumur hidup bagi produk-produk mereka.
(bahkan, berdasar penelitian anak-anak ‘hanya’ perlu 33-36 kali ejakulasi supaya mereka bisa jadi pecandu pornografi seumur hidup). Bayangkan saja bila anak-anak mulai kecanduan sejak usia SD, bukankah itu menjadi future market yang amat potensial di sepanjang hidupnya, bagi para produsen?

HP, wifi, tv kabel, asupan gizi bagus. Komplit! Kantong sperma anak-anak kita makin penuh karena terpapar pornografi! Selama ini, banyak ayah dan ibu yang seperti ada dan tiada – repot semua. Ayah Ibu sibuk mengejar karir, sedang anak di rumah dengan fasilitas tv + wifi + gadget, plus… kunci ditaruh di bawah keset.“, ujar Bunda Elly sambil menahan isaknya.

Ya. Tanpa disadari, ternyata anak banyak mendapat pengaruh dari berbagai fasilitas orangtuanya. Entah itu iklan dan sinetron di tv, wifi, gadget, tv kabel, dvd, film-film bioskop, games, bahkan komik. Komik? Iya! Taukah Anda bahwa komik abad ini bukan sekedar komik biasa yang aman untuk segala usia. namun unsur pornografi juga sudah banyak terselip dalam komik-komik yang dengan mudahnya dapat diperoleh anak-anak.

Apalagi yang namanya internet, sudah seperti toserba – toko serba ada. Mau cari apa aja ada dan mudah didapat. Tinggal search, klik, ketemu deh! Mau gambar, video, cerita, apaaa aja ada. Apalagi kalau si anak BLAST tadi, yang jelas komunikasinya dengan orangtua terhambat. Daripada bertanya pada kedua orangtuanya, lebih mudah bagi mereka untuk cari saja jawaban di internet. Bunda Elly berikutnya menyebutkan beberapa alamat web berbahaya yang perlu diwaspadai. Untuk keamanan, mohon maaf saya tak bisa menyebutkannya dalam blog ini. Namun bila Anda perlu informasinya, silakan kontak saya saja secara pribadi. Insyaa Allah akan saya bagikan alamatnya. O ya, selain itu, bahkan stiker LINE pun ada yang mengandung unsur pornografi. Mari lebih waspada yuk Ayah Ibu, Ayah Bunda…

Kalau film bioskop? Ga kalah horor. Dari hasil survei Yayasan Kita dan Buah Hati. 20% anak dan remaja kita terpapar pornografi dari sumber ini. Peresentase yang cukup besar bukan?

Bunda Elly menunjukkan hasil survei yang dilakukan oleh Divisi Anak & Remaja Yayasan Kita dan Buah Hati pada 2227 responden di Jabodetabek pada bulan Januari-Desember 2014, dan hasilnya cukup membuat hati miris dan mata berkaca-kaca. Ternyata, 92% dari mereka pernah mengakses pornografi, 7% menjawab tidak, dan 1% sisanya missing. Daan.. ternyata lagi niiih, 52% dari mereka mengakses pornografi dari mana? Dari rumah sendiri/rumah saudara! *hiksss*, dan 27% melihat pornografi dari bioskop. Lalu, bagaimana perasaan mereka saat melihat pornografi? Alhamdulillah, masih ada 48% yang merasa jijik, 27% menjawab kaget, 12% menjawab biasa (ini berarti sudah biasa nonton), 4% tidak pernah, 3% takut, dan 3% missing.

Pada sesi ini, Bunda Elly juga menunjukkan berbagai cuplikan gambar dari film, komik, games, dan video klip jaman sekarang. Daaan…

Ternyata banyak sekali komik yang berisi adegan-adegan porno, terutama komik Jepang. Entah komik hardcopy, atau komik online yang bisa diakses di internet. Gambarnya beragam. Dari gambar adegan seksual pada umumnya, adegan bercinta pasangan muda-mudi, pasangan sesama jenis, threesome, hingga adegan bercinta dengan kuda. Komplit bertahap disajikan dari yang biasa saja hingga yang tingkatan terparah, bercinta dengan binatang. Naa’udzubillah amit-amiiit.. *ketok-ketok meja* 😦

Lalu gimana dengan games? Wah, sama aja, atau bahkan bisa jadi lebih parah karena games subjeknya bergerak, gambarnya nyaris nyata pula. Pemain juga bisa memilih sendiri subjek serinya sesuai yang diinginkan, sehingga memfasilitasi imajinasi apapun yang terlintas pada pikiran si pemain. Ayah Ibu juga perlu waspada terhadap cover/kemasan games. Meski pada cover games sudah ada keterangan kategori, namun informasinya, saat ini banyak produsen yang memalsukan kategori tersebut. Misal, yang mustinya untuk dewasa, diturunkan menjadi kategori untuk remaja atau anak-anak. Yang lebih serem lagi, ada lho games yang di akhir permainan, hadiahnya memberi kesempatan untuk ML dengan pelacur jalanan. >.<

Kalau tv? Entah sinetron entah iklan, sekarang sama aja banyak bahayanya. Banyak yang ga berkualitas dan bahkan merusak moral anak. Bahkan ada sinteron yang salah satu cuplikan adegannya, menggambarkan seorang remaja putra yang tidak dapat mengendalikan pikirannya akibat terbiasa nonton blue film. Efeknya, perempuan yang berpakaian dan bertingkah laku biasa pun dalam pandangannya dan benaknya menjadi berpakaian dan bertingkah laku menggoda (sudah ada perpustakaan porno di otaknya). Daan.. kebanyakan tayangan-tayangan berbahaya itu diputar saat jam-jam anak-anak masih ‘melek’, belum tidur – di saat-saat prime time. Video klip juga. Apalagi MTV dan sejenisnya. banyak yang menampilkan adegan tak senonoh. Gila kan?

Ayah Ibu, apa sih sebenarnya yang terjadi bila anak-anak terpapar pornografi?

Dr. Donald Hilton, seorang ahli bedah otak dari San Antonio, Texas, menemukan bahwa orang yang kecanduan pornografi mengalami kerusakan otak yang sama dengan dengan orang yang mengalami kecelakan kendaraan. Kecelakaan yang dimaksud yaitu yang mengakibatkan benturan yang sangat keras pada atas alis kanannya, yaitu tempat prefrontal cortex (PFC).

PFC ini, adalah bagian penting otak yang membedakan antara manusia dengan binatang. Dengan PFC yang baik, maka manusia memiliki kemampuan untuk memilih dan memiliki adab/nilai/fitrah/kebenarana. PFC mengatur kita untuk berpikir mengenai sesuatu yang rumit, seperti merencanakan masa depan, memahami dan menganalisa serta mengevaluasi sesuatu, dan organisasi. Selain itu juga kontrol diri, konsekuensi dari suatu perbuatan, ekspresi kepribadian, kemampuan bersosialisasi, pengambilan keputusan (yang biasanya matang di usia 25 tahun). Bisa dikatakan bahwa PFC adalah direkturnya otak, tempatnya moral dan nilai.

Kalau seseorang sudah kecanduan pornografi, maka ia tidak dapat lagi membedakan mana yang benar dan salah, mana yang pantas mana yang tidak, juga kehilangan rasa malu (ingat anak SMP yang melakukan hubungan dengan disaksikan teman-teman sekelasnya sambil direkam, atau anak yang tertangkap tangan sedang melakukan hubungan seksual dengan kawannya di bawah panggung pengantin). Mereka bisa jadi tega melakukan apapaun. Entah menyakiti orang lain, mencuri, atau bahkan membunuh sebab kerusakan pada PFC-nya, sehingga mereka melakukan sesuatu tanpa berpikir dan tanpa menggunakan hati nurani (kehilangan kemampuan berpikir dan rasa perikemanusiaan). Kecanduan ini sama bahayanya dengan orang yang kecanduan marijuana, heroin atau kokain. Sama-sama mengakibatkan kerusakan otak yang sulit disembuhkan.

Pada saat mengkonsumsi pornografi, selain merusak PFC, di sisi lain, limbic system pada otak manusia akan bekerja. Sistem limbik ini berfungsi sebagai responder – ia bertugas merasakan kenikmatan – memproduksi dopamin, sehingga mengakibatkan kecanduan. Dapat dibayangkan bukan bagaimana bila dopamin terus mengalir pada sistem limbik sedangkan PFC makin rusak dan tak bisa mengontrol tindakan seseorang berdasar norma dan nilai-nilai luhurnya? Ngeri!

Lalu, bagaimana mengenali anak yang sudah kecanduan pornografi?

1. Bila ditegur mudah marah
2. Impulsif, suka berbohong, jorok, moody
3. Suka menyakiti adik
4. Malu tidak pada tempatnya
5. Sulit konsentrasi
6. Menghindari kontak mata saat berbicara
7.Suka menyalahkan orang, emosional, menutup diri
8.Prestasi akademik menurun
9.Hanya bermain dengan kelompok tertentu
10.Hilang empati, jika minta sesuatu harus dipenuhi

Bunda Elly bilang, 5 saja dari 10 ciri di atas ditemukan pada anak Anda, maka berarti ia telah kecanduan pornografi.

————————————

“Berapa banyak dari kita yang sekolah atau belajar untuk menjadi ayah dan ibu? Kebanyakan dari kita seringkali hanya taken for granted

Ayah dan Ibu, bukankah nanti di akhirat yang ditanya mengenai agama anaknya itu orangtuanya, dan bukan sekolahnya?
Pada sesi ini, Bunda Elly tampak makin bersemangat dan emosional, terkadang ia terisak tak tertahan menahan keprihatinannya. Beliau bercerita mengenai sebuah contoh kasus, bahwa ada anak yang masturbasi 3x dalam seminggu, dan ia masih tak tau bagaimana caranya mandi junub. Astaghfirullahal ‘adziim, naa’uudzubillaahi min dzaalik.

Bunda Elly mengingatkan kami semua, agar dapat senantiasa mengingat beberapa pesan Allah dalam Al Quranul Kariim dan menyampaikan, dan menanamkannya ke putra putri kita:

Pesan Allah pada Q.S. An Nur ayat 30-31 yang intinya adalah: Katakanlah pada mukmin dan mukminun untuk menjada pandangannya, sebab itu lebih mulia dan suci bagimu.

Juga pesan Allah pada Q.S. Al A’raf ayat 179 yang juga tertuang dalam lagu Bimbo: bermata tapi tak melihat, bertelinga tapi tak mendengar..
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

:’)

to be continued

Salam,
Galuh Nindya

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s