Aturan Main

Kini, saya paham aturan mainnya. Bahwa kita hanya perlu fokus memperbaiki diri dan bertahan di jalur yang ada, yang telah kita pegang dan yakini sebagai prinsip dan pandangan hidup kita. Lalu bila tiba-tiba ada yang hadir dan dapat berjalan dg arah serta jalur yang sama, maka sambutlah. Akan tetapi bila yang hadir tak mampu jua berjalan pada jalur yang sama, maka biarkanlah ia suatu saat berlalu menuju arah yg lain di suatu persimpangan. Biarkanlah ia menjadi pelajaran kehidupan di suatu titik langkahmu.

Dulu, saya kira, yang saya perlukan hanya menemukan orang yang tepat, lalu saya menyesuaikan diri dengannya. Mengikuti gaya, pandangan hidup, serta apapun yang sesuai padanya. Kini, saya paham aturan mainnya. Ternyata saya tak perlu lagi menjadi demikian. Apalagi bersedih hati bila ternyata saya tak mampu jua menyesuaikan diri dan meraih pujaan hati. Yang saya perlukan ternyata hanya pikiran yang lebih terbuka, mengokohkan pijakan sembari terus memperbaiki diri, untuk selanjutnya membiarkan siapapun yang hadir untuk singgah sejenak memberi pelajaran, atau untuk bergandengan tangan meniti jalan yang sama hingga habis usia.

And I feel at ease right now. Just put my trust to Allah, Robbul ‘aalamiin.

Salam,
Galuh Nindya

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s