Kala Kawan Bertanya, “Mengapa (harus) Berjilbab?”

Seorang kawan lama tetiba menyapa dalam aplikasi chat, padahal sebelumnya kami sudah jarang bertemu atau berkomunikasi. Menanyakan kabar, lalu berikutnya bertanya, mengapa kita harus berjilbab?

Ya, kita harus berjilbab karena apa? Awal membaca pertanyaannya itu saya cukup terkejut, beberapa detik berikutnya gembira, lalu berlanjut dengan perasaan dag dig dug. Muncul kekhawatiran dalam diri, takut-takut tentang jawaban apa sebaiknya yang akan saya sampaikan padanya. Bagaimana saya menata setiap perkataan saya? Lalu berikutnya dalam batin berdoa, semoga lisan dimudahkan & dilancarkan agar kawan saya tersebut dengan lapang dada memahami dan menerima apa yang saya sampaikan. Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Jawaban mendasarnya tentu adalah karena Allah memerintahkan kita untuk berjilbab. Berjilbab adalah bukti ketaatan kita kepada Allah SWT, Sang Pencipta.Kita berjilbab karena berjilbab adalah kewajiban bagi setiap muslimah. Menerima dan memilih Islam sebagai agama kita, tentu juga perlu menerimanya secara keseluruhan. Termasuk dengan segala yang tertulis dalam Al Quran, menjalankan segala yang diperintahkan oleh Allah serta menjauhi segala yang dilarang-Nya. Alasan berikutnya, karena kita percaya, bahwa Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya tentu untuk kebaikan kita sendiri.

Tentu masih banyak alasan baik dan penting lainnya, namun karena keterbatasan media yang kami gunakan, dua alasan itulah yang saya sampaikan padanya sebagai pembuka kala itu. Berikutnya, ia kembali bertanya, tak cukupkah kita menjadi baik saja meski tanpa memakai jilbab? Apakah dengan tidak memakai jilbab menyebabkan kita menjadi tidak baik?

Bagi saya, perkara jilbab dan baik atau tidak baiknya seseorang bukanlah berkorelasi bolak-balik. Yang jelas, mengenakan jilbab mendorong kita ke arah yang lebih baik. Ada orang yang baik tetapi belum memakai jilbab, jika ia memakai jilbab, insya Allah ia akan menjadi lebih baik lagi. Ada orang yang sudah mengenakan jilbab, tetapi ia belum tampak terlalu baik. Jika ia tak memakai jilbab, bisa jadi ia lebih buruk dari sekarang saat ia sudah berjilbab. Mengapa? Sebab dengan mengenakan jilbab, diri kita seperti terjaga. Dengan jilbab yang sudah menutup di kepala, tentu kita akan lebih berhati-hati lagi dalam bertindak, mendorong kita terus memperbaiki diri, semakin mempelajari lebih jauh serta menjalankan agama ini dengan lebih kaaffah daripada sebelumnya. Jadi, logikanya, bukannya menunggu dulu diri ini benar-benar baik baru memutuskan berjilbab, akan tetapi berjilbab bisa menjadi langkah awal kita untuk menjadi semakin baik.

Selanjutnya ia lanjut bertanya, salahkah bila seorang wanita tomboy? Menurut saya tak ada yang salah dengan tomboy, selagi tomboy adalah sifat. Menjadi berprinsip dan tegas itu baik. Kita tak harus pula harus feminin, kalem, dan sejenisnya. Banyak muslimah yang masih naik gunung dan gemar mendaki. Hanya saja, oleh agama, tetap kita diperintahkan untuk tidak menyerupai kaum lainnya, sehingga penampilan tetap harus selayak perempuan. Salah satu pembeda kita dengan kaum lelaki adalah dengan mengenakan jilbab. Itulah sebabnya jilbab juga berfungsi sebagai identitas kita sebagai seorang muslimah.

Selesailah percakapan kami kala itu. Dalam hati berdoa, semoga Allah melembutkan hati setiap hamba yang dikehendaki-Nya.

Kini, saya ingin menambahkan beberapa alasan lain, mengapa kita perlu (harus) berjilbab.

  • Dengan berjilbab, saya merasa lebih aman. Jilbab memang tidak serta-merta menghindarkan diri dari godaan lelaki, tetapi tentu meminimalisir godaan tersebut. Pria menjadi lebih segan dan berhati-hati kala akan menggoda, apalagi menyentuh (kalau ada yang nekat, itu prianya ampun-ampun kebangetannya :|). Paling sering godaan yang diterima dari pria yang tak dikenal paling-paling hanya ucapan salam dari jauh.
  • Jilbab adalah identitas kita sebagai muslimah. Ada cerita menarik dari adik saya. Ia pernah bercerita bahwa saat ia mampir ke suatu restaurant Jepang, tiba-tiba sang pelayan restaurant tersebut dengan sigap mencegahnya dan mengatakan bahwa makanan di restaurant tersebut tak halal karena mengandung babi. Berbeda cerita kala temannya yang tak berjilbab di lain waktu mampir ke restaurant tersebut. Karena tak berjilbab, sang pelayan tak tau bahwa ia adalah seorang muslim, sehingga dengan ringannya mempersilakan ia masuk dan makan di sana. Belakangan sang kawan kaget karena barulah tau bahwa restaurant tersebut ternyata tak halal. Adik saya mengatakan bahwa ia sungguh merasa beruntung mengenakan jilbab. Orang lain jadi tau bahwa ia adalah seorang muslimah dan ia merasa lebih terbantu dan terjaga, termasuk dari makanan haram seperti yang diceritakannya tadi. Dengan mengenakan jilbab, kita jadi mengetahui yang mana yang muslimah sehingga lebih mudah saling berbagi doa mengucap salam serta saling mengingatkan. Alangkah indahnya persaudaraan sesama muslim.
  • Mengenakan jilbab karena kita diperintahkan untuk menutup aurat. Jilbab menjaga kita dari mata ‘jelalatan’ lelaki. Dengan mengenakan jilbab, kita juga mempermudah saudara-saudara muslim kita yang ingin menjaga pandangannya.
  • Jilbab menghindarkan kita dari berbuat dosa. Dengan berjilbab yang telah terpasang di kepala, kita menjadi lebih berhati-hati dan ragu untuk berbuat buruk & dosa.
  • Jilbab juga membuat wanita dapat terlihat lebih anggun.
  • Sengatan matahari berlebih mengurangi kelembapan kulit & membuat kulit kering. Berjilbab dan menutup aurat membuat kita terlindungi dari sinar matahari menyengat & debu-debu yang beterbangan. Menutup aurat dapat meminimalisir resiko terkena kanker kulit.
  • Sebagai saringan pula, untuk menemukan & mendapat calon suami yang salih kelak (aamiin). Kita tak mungkin dapat suami yang baik bila kita sendiri tak memperbaiki diri. Tak adil bila kita menginginkan suami salih, sedang diri tak berusaha di-upgrade untuk menjadi salihah.
  • Tak ingin menjadi penyebab ayah & saudara laki-laki tercinta (dan kelak, suami & anak lelaki tercinta) ditarik ke api neraka. Sebab, lelaki bertanggung jawab terhadap wanita dalam keluarganya.

Haruskah kita berjilbab? Terserah. Berjilbab atau tidak, tentu kita bebas memilih dan menentukan sikap. Hanya saja, Allah memerintahkan kita untuk berjilbab. Memang tak mudah menjalankan perintah agama secara keseluruhan. Tentu adaaa saja tantangannya. Terkadang terbersit pula keengganan di hati. Namun, bila menanti siap, kapan tepatnya kita siap? Terlebih bila mengingat ketidakabadian kita di dunia ini. Iya bila esok kita masih diberi kesempatan Allah untuk menjalani hari baru, namun bila tidak? Bisa jadi saat inilah kesempatan terakhir kita mematuhi perintah-Nya. 😦

Ah, kawan. Diri ini tentu juga masih jauh dari sempurna. Masih banyak pula yang perlu diperbaiki. Bismillaahirrahmaanirrahiim.. Semoga kita terus dimudahkan untuk memperbaiki diri hari demi hari, hingga ajal menjemput nanti. Aaamiin yra.

Salam,
Galuh Nindya

Advertisements

5 comments

  1. Aamin!
    Temennya dikasih link ini aja. Pasti muat 😀

    Jilbab menghindarkan kita dari berbuat dosa. Dengan berjilbab yang telah terpasang di kepala, kita menjadi lebih berhati-hati dan ragu untuk berbuat buruk & dosa. Jilbab menghindarkan kita dari berbuat dosa. Dengan berjilbab yang telah terpasang di kepala, kita menjadi lebih berhati-hati dan ragu untuk berbuat buruk & dosa.” ~> sejatinya, jilbab itu ibadah independen. Saat berjilbab berarti sedang melaksanakan perintah Allah dan ketika tidak pakai berarti sedang menentang-Nya. Itu aja sih. Hehe
    Sama kayak puasa ramadan. Kalau dijalankan ya dapat pahala kalau ditinggalkan ya dapat dosa. Mungkin ‘kebaikan’2 lain yang muncul itu adalah bonus (berkah). Tapi bukan sebagai korelasi dengan ibadah berjilbab.

    ” Jilbab juga membuat wanita dapat terlihat lebih anggun. ” ~> apakah berlaku juga untukku? 😆

    Like

  2. Setuju banget ttg yang diingetin pas mau makan makanan non halal. Pengalaman juga pas ke salah satu toko coklat, mbaknya ngingetin kalo coklat yang itu ada rhumnya karena liat kami berjilbab.. kebayang kalo ga pake jilbab, ga akan diingetin mesti..

    Nice post, luh ^^

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s