Perjalanan dan Inspirasi

Ngobrol, selalu punya dua sisi. Ada yang bilang, lebih baik diam daripada bicara yang tak ada gunanya atau jauh dari manfaat. Namun, tiap kali ngobrol dengan atasan saya yang satu ini, rasanya selalu bikin betah karena banyak banget pertanyaan, ilmu, atau insight-insight yang saya dapat olehnya.

Seperti kemarin, saat kami menempuh perjalanan pulang dari dinas luar kota dengan mobil beliau, kami mendengarkan ayat Al Quran beserta terjemahnya. Saat awal bacaan Surah Al Waqi’ah, beliau berkata, “Kamu tau Galuh, katanya, kalau mau kaya, kita disuruh baca Surah Al Waqi’ah ini. Padahal isinya ga ada tentang kaya-kayaan. Isinya tentang hari kiamat. Kenapa ya?”

Karena saya belum pernah mendengar tentang anjuran tersebut, saya cuma bisa menimpali, “Iyakah Pak? Saya baru denger. Hehe..”
Lalu selanjutnya kami termenung menyimak ayat-ayat tentang gambaran hari kiamat itu dibacakan sembari menikmati perjalanan. Berikutnya, di tengah-tengah terjemahan Q.S. Al Waqi’ah ayat ke 77-85, beliau kembali berkata, “Kenapa Surah Yaasin itu dibacakan untuk orang yang masih hidup dan bukan untuk yang sudah meninggal? Apalagi untuk orang-orang yang sedang sakit. Karena isinya adalah tentang surga dan neraka. Dengan harapan, sebelum nyawanya sampai di kerongkongan, mereka sudah bertaubat dan taubatnya masih diterima Allah. Sebab taubat kita tak akan diterima bila nyawa kita sudah sampai di kerongkongan.

Sayapun makin merenung dalam hati.

Di tengah-tengah bacaan Surah Ar Rahman, tiba-tiba beliau kembali membuka percakapan. Beliau bertanya, “Kenapa dari banyak yang dilarang di dunia, kita malah dikasih di akhirat? Misalkan khamr, di dunia ga boleh, tapi di akhirat kita dikasih, cuma bedanya, kalau khamr di akhirat ga bikin mabuk. Juga minum di gelas perak. Juga pakaian sutra dan beberapa lainnya.”

Saya cuma bisa menanggapi, “Iya ya pak. Saya juga belum pernah kepikir sampai sejauh itu.” Lalu timbullah pertanyaan dalam hati saya. Iya ya, kenapa ya?

Lalu berikutnya beliau melanjutkan, “Kamu sudah punya ini belum Galuh? Saya berangkat dinas luar kota dengerin ini sampai tempat tujuan lumayan lho. Bisa habis sampai 5 surat yang panjang sekaligus terjemahnya.”

“Wah, iya kah pak? Enak juga ya, bisa dengerin Qur’an sambil disambi. Biasa kalau baca terjemahnya, baru sedikit sudah capek terus ketiduran.”

“Kalau kamu mau, kamu boleh copy punya saya.”, beliau menawarkan. “Kamu tau kenapa banyak orang yang Kristen itu, lebih banyak yang ‘Islami’ daripada kita yang Islam sendiri? Karena mereka paham betul isi kitabnya. Kitab mereka dalam bahasa mereka. Lah kitab kita kan bahasanya Bahasa Arab, kalau kita ga berusaha ngertiin artinya, ya ga bakal ngerti.”

“Iya juga ya pak. Kita ini, seringkali baca aja jarang, kalaupun baca, seringnya ya kebut-kebutan. Asal khatam. Jarang-jarang sampai mau baca & belajar detil artinya. Boleh deh pak nanti saya copy filenya.”

Begitulah perjalanan kami. Berikutnya, kami (saya dengan dua orang atasan saya) berdiskusi tentang Qur’an dan beberapa topik lain yang bagi saya jauh dari kesan superficial. Meski kami harus langsung menempuh perjalanan pulang-pergi dalam sehari, namun saya menikmati sekali perjalanan dinas kali ini. Rasanya enjoy sekali dan tidak terasa membosankan apalagi melelahkan seperti perjalanan-perjalanan luar kota biasanya.

Berbagi cerita dengan beliau ini, selalu terasa ada manfaatnya. Saya merasa jauh belum ada ilmu apa-apa. Tapi saya tak keberatan meneruskan mendengarkannya. Seperti cambuk bagi saya untuk terus semangat maju. Semoga Allah selalu memberkahi & memudahkan beliau untuk terus berbagi dan berdakwah dengan cara yang ringan dan istimewa. Semoga Allah melipatgandakan juga tipe-tipe pemimpin dengan kebaikan seperti beliau. Aamiin yra

Terima kasih inspirasinya kali ini, Pak..

Salam,
Galuh Nindya

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s