Berimankah Kita pd Al Quran?

Alhamdulillah, finally posting lagi setelah sekian lama. Sampai-sampai baru ngeh kalau format blog-nya sudah berubah. Hehe

Jadi begini, belakangan ini, saya merasa semakin bersyukur dg kehidupan spiritual di kantor. Dulu, saya ingiiin sekali di kantor diadakan speaker yg bisa memperdengarkan adzan agar para pegawai tak terlupa waktu shalat. Seiring waktu berjalan, alhamdulillah, keinginan saya tersebut terwujud. Tak hanya speaker, namun kantor membangun musholla, dan mengadakan shalat berjama’ah saat waktu shalat tiba dengan adzan yg dikumandangkan live oleh pegawai kantor secara sukarela.

Dan saat Ramadhan ini, di musholla kami ada kegiatan kultum ba’da shalat dhuhur, dengan pemateri dari pegawai kantor kami sendiri, secara bergiliran, baik dari jama’ah laki-laki maupun perempuan. Rasanya bahagiaaa sekali. Tak hanya bekerja, namun ada siraman & vitamin spiritual bagi kami, jiwa-jiwa yg seolah serasa sudah kekeringan. Saya berharap, semoga kebiasaan-kebiasaan baik tersebut bisa istiqomah, syukur-syukur lebih berkembang, & bermanfaat bagi kami semua. Aamiin yra.

By the way, itu tadi hanya pengantar. Melihat judul tulisan ini, sebenarnya beberapa kalimat saya di atas tadi bukanlah inti post ini dibuat. Hehehe.. Kali ini, saya ingin berbagi kultum yg alhamdulillah telah saya sampaikan di kantor ba’da dhuhur tadi. Semoga bisa bermanfaat bagi kawan-kawan yg membacanya. Mohon maaf bila yg ditulis di bawah ini mungkin tidak sama persis dg yg telah saya sampaikan siang tadi. Maklum, bila verbal, terkadang terselip improvisasi yg spontan :D. Berikut adalah konsep kultum saya:

————————————–

Assalamu’alaikum wr wb

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah, Alhamdulillah, siang ini saya diberi kesempatan untuk menyampaikan kultum. Berhubung saya juga masih dalam proses belajar, dan saya merasa ilmu agama yg saya miliki masih jauh dari cukup, maka siang ini perkenankan saya sekedar sharing kepada teman-teman semua, mengenai sebuah inspirasi yg saya dapat dari buku yg saya baca. Ditulis oleh seorang ustadz muallaf, yg bernama Ust. Felix Yanuar Siauw. Judul bukunya adalah Beyond the Inspiration. Dalam proses membaca buku beliau inilah ada beberapa moment & tulisan yg saya rasa berhasil menohok ke dalam hati saya. Dan, kali ini saya ingin berbagi tentang yang telah saya baca itu kepada Bapak/ibu sekalian, semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin

Dalam bukunya tersebut, Sang ustadz menuliskan kisah perjalanan spiritualnya, bagaimana ia berproses hingga memutuskan memilih Islam sebagai agamanya. Ustadz Felix ini adalah seorang Chinese, awalnya seorang Kristiani, dan berasal dari sebuah keluarga Kristen Katolik yang taat. Al Quran, adalah awal mula ia menemukan hidayah sehingga dapat menjadi seorang muslim seperti saat ini.

Hadirin, pada saat kita melihat pada buku-buku textbook atau buku-buku pada umunya, kita dapat melihat pd bagian-bagian awal, yaitu kata pengantar pd buku yg menjelaskan untuk apa buku itu dibuat & kepada siapa buku itu diperuntukkan. Biasanya, seringkali kita membaca pd akhir buku, “Tak ada gading yg tak retak. Begitupun isi buku ini masih jauh dari kesempurnaan.” Kalimat yg digunakan menyampaikan maksud bahwa penulis bukunya tidaklah sempurna.

Al Quran, pd ayat-ayat awal juga menjelaskan untuk apa kitab ini dibuat sekaligus menunjukkan bagi siapa saja kitab itu dibuat & diperuntukkan. Sebagai buktinya, adl kata pengantar di Al Quran yaitu:

“Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan di dalamnya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (Al Baqarah: 2).

Kata pengantarnya istimewa & mewakili Sang Pencipta, untuk memberitahu kita bahwa kitab itu sempurna & tidak ada kesalahan & keraguan di dalamnya. Menegaskan bahwa kitab ini tidak mungkin dibuat oleh manusia karena manusia tak mungkin membuat sesuatu yg sempurna. Lalu berikutnya muncul lagi pertanyaan, mengapa Al Quran begitu berani mengklaim dirinya sebagai suatu kitab yg tidak ada keraguan padanya? Hal ini dijawab dlm Al Quran pd surat yg sama, pd Al Baqarah ayat 23,

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surah (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”

Al Quran memberikan tantangan bagi siapa saja yg meragukan kebenaran & kesempurnaannya. Logikanya adil, kalau ada seorangpun yg bisa mendatangkan 1 surah saja yg semisal Al Quran, maka itu membuktikan bahwa Al Quran salah & tak perlu mengambilnya sebagai petunjuk. Bahkan, Allah memperbolehkan seluruh manusia & jin untuk bersekutu untuk menyambut tantangan ini. Oleh karenanya, ayat ini & ayat yg semisalnya dlm Al Quran sebenarnya adalah sebuah segel yg datang dari Allah untuk membuktikan bahwa inilah kitab yg layak menjadi manual instructions bagi manusia yg menggunakan akalnya. Pilihannya cuma dua, bisa mendatangkan ayat yg sejenis, atau mengambil Al Quran sebagai jalan hidupnya.

Berbekal bahwa Al Quran adalah manual yg benar inilah kita menemukan jawaban atas pertanyaan besar manusia, yaitu “Untuk apa kita hidup di dunia?” yaitu untuk beribadah pada Allah secara total dalam kehidupan ini, seperti yg tercantum dalam Quran Surat Ad Dzariyat: 56

“Dan Aku tdk menciptakan jin & manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”

Hadirin, ibadah dalam Islam tidak boleh diartikan secara sempit, yg hanya berkisar dalam ibadah ritual saja. Akan tetapi, ibadah yg sesungguhnya adalah setiap aktivitas kita selama 24 jam disesuaikan dengan kehendak Allah SWT. Inilah yg disebut Islam Kaaffah, Islam secara keseluruhan. Oleh karenanya, sejatinya bagi seorang muslim, setiap aktivitasnya, baik shalat, zakat, puasa, haji, bekerja, berinteraksi, dll adl harus diselesaikan menurut solusi yg telah diberikan Allah dalam Al Quran.

“Hai orang-orang yg beriman, masuklah kamu ke dlm Islam secara keseluruhan.” (Al Baqarah: 208)

Setelah membaca beberapa bagian tulisan Ustadz Felix tersebut, rasanya semakin tertohok & muncul keraguan dalam diri. Apakah benar diri ini sudah layak dikatakan Muslim & benar-benar beriman, sedang diri ini masih belum menjalankan petunjuk yg diberikan Allah secara keseluruhan? Sedangkan salah satu rukun iman dalam Islam, adalah iman kepada Kitab Al Quran. Jangankan menjalankan petunjuk yg ada di dalamnya, membacanya saja masih jarang, apalagi baca terjemahnya, apalagi mempelajari isinya. Atau, kalaupun menjalankan, apakah diri ini sudah menjalankan secara keseluruhan? Bukankah seringkali diri ini masih memilah, sebagian dilaksanakan, & sebagian yg lain disisihkan krn tak sesuai dg maunya diri, seperti yg diperingatkan Allah dlm Surah Al Baqarah ayat 85

“Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab & ingkar terhadap sebahagian yg lain?”

Hadirin yg dirahmati Allah, ketika menciptakan manusia, Allah menyertakan manusia manual instructions atau aturan-aturan baginya untuk hidup di dunia agar sesuai dengan alasan penciptaan manusia & supaya manusia bisa hidup dg nyaman & tidak timbul kerusakan pada diri mereka. Oleh karenanya, kita perlu menjadikan Al Quran sebagai pedoman dalam menjalani hidup. Sebagai acuan. Kita yg mengikuti apa yg dikatakan dlm Al Quran, dan bukannya Al Quran yg menyesuaikan bila tak sesuai dengan yg kita inginkan.

Hadirin, bukankah iman adalah mempercayai dg sepenuh hati tanpa ada keraguan sedikitpun di dalamnya? Lalu bagaimana sikap kita pada Al Quran, yg seringkali membaca bila sempat saja, mempelajari kalau sedang mood, menghayati saat ada masalah, dan mengamalkannya bila menguntungkan serta mengabaikan bila merugikan? Bukankah keempatnya itu termasuk ciri-ciri insan yang abai terhadap Al Quran?

Semoga Allah memberikan taufik dan hidayahNya kepada kita semua sehingga kita menjadi orang-orang yang mencintai Al Quran, membacanya, menghafalkannya, memahaminya dan mengamalkannya. Semoga kita dimudahkan Allah untuk terus memperbaiki diri dalam jalan-Nya. Aamiin yra.

Demikian yg dapat saya sampaikan siang hari ini, mohon maaf bila ada kekurangan. Wabillahitaufiq wal hidayah. Wassalamu’alaikum wr wb.

——————————————————

Salam,
Galuh Nindya

Advertisements

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s