Mengenali Tipe Kepribadian

Sebagai makhluk sosial, kehidupan keseharian kita tentu tak dapat terlepas dari interaksi antar pribadi. Pun bila berkecimpung dalam dunia karir, tentu tak dapat terlepas dari hubungan antar rekan kerja yang beragam. Ragam setiap pribadi ini terbentuk dari beberapa faktor, setiap pribadi terlahir dengan ciri dan bawaan sendiri-sendiri, lalu berproses menjalani kehidupan dengan pola asuh, lingkungan, serta budaya yang berbeda, hingga membentuk suatu ciri khusus yang membedakan antara satu dengan lainnya.

Meskipun manusia itu unik dengan ciri khasnya masing-masing, namun terdapat beberapa ciri kepribadian yang dapat dikelompokkan dalam suatu kategori tertentu agar lebih memudahkan kita untuk mengenali dan memahami diri sendiri serta belajar menyesuaikan diri dengan orang lain. Florence Littauer dalam bukunya Personality Plus menyebutkan bahwa Hippocrates, seorang ahli filsafat yang juga sekaligus seorang dokter, menyadari bahwa semua manusia tidaklah sama. Ia menyadari bahwa selain perbedaan ciri fisik, juga terdapat perbedaan kepribadian yang unik dalam diri setiap orang. Hippocrates berusaha mengidentifikasi perbedaan tersebut dan menjelaskan bahwa kepribadian seseorang dipengaruhi oleh cairan kimiawi yang ada di dalam tubuhnya, yaitu darah, empedu kuning, empedu hitam, dan lendir.

Beberapa abad kemudian, seorang fisiolog bernama Galenus menyempurnakan dengan mengusulkan teori temperamen yang dilandaskan pada temuan Hippocrates sebelumnya. Menurutnya, ada empat kemungkinan tipe manusia yang dipengaruhi oleh proporsi dominan cairan tubuh tertentu dalam tubuh seseorang. Menurut sudut pandang Hippocrates dan Galenus, kepribadian dapat dibagi dalam empat golongan besar, yaitu:

  1. Sanguinis.

Untuk lebih mudah mengingat ciri spesifiknya, kita bisa sebut dengan “Si Sanguinis yang Populer”. Orang dengan kepribadian Sanguinis adalah orang yang senang bersenang-senang, aktif, ceria, supel, tampak selalu gembira. Mereka mencari perhatian, kasih sayang, dukungan, dan penerimaan dari sekelilingnya. Oleh karenanya, mereka senang bila menjadi sorotan, diperhatikan orang lain, dan senang memotivasi orang lain. Si Sanguinis inilah yang akan menghiasi kehidupan sosial dengan semangat, optimisme dan kreativitas. Saat menghadapi suatu pekerjaan maka ia akan berprinsip, “Ayo kita kerjakan dengan cara yang menyenangkan!”

  1. Koleris

Kita bisa sebut dengan “Si Koleris yang Selalu Benar”. Orang dengan kepribadian Koleris adalah orang yang sangat yakin bahwa diri merekalah yang benar. Orang Koleris cenderung tegas dan berkemauan keras, serta independen. Mereka mencari kesetiaan dan penghargaan dari orang lain. Mereka berusaha agar menguasai dan berharap pengakuan atas prestasi-prestasi yang telah dilakukannya. Si Koleris ini, bila menghadapi suatu pekerjaan, maka ia akan berprinsip, “Ayo kita kerjakan dengan caraku!”

  1. Melankolis

Kita bisa sebut dengan “Si Melankolis yang Sempurna”. Orang dengan kepribadian Melankolis adalah orang yang serius, instrospekstif, berpikir mendalam, serta perfeksionis. Mereka membutuhkan kepekaan dan dukungan dari orang lain, serta memerlukan ketenangan untuk berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara, ataupun bertindak. Orang-orang melankolis menyenangi keteraturan, sehingga berorientasi pada tugas agar dapat dikerjakan dengan cermat dan terorganisir. Si Melankolis ini, bila menghadapi suatu pekerjaan, maka ia akan berprinsip, “Ayo kita kerjakan dengan cara yang benar!”

  1. Phlegmatis

Kita bisa sebut dengan “Si Phlegmatis yang Damai”. Orang dengan kepribadian Phlegmatis adalah orang yang tenang, tidak terburu-buru, santai, dingin, dan sabar. Ia mengutamakan keharmonisan, dan juga cenderung menghindari konflik. Si Phlegmatis ini, bila menghadapi suatu pekerjaan, maka ia akan berprinsip, “Ayo kita lakukan dengan cara yang mudah!”

Nah, masing-masing tipe unik bukan? Terbayang bagaimana jadinya bila Sang Koleris bertemu Sang Melankolis, namun mereka saling tidak memahami perbedaan satu sama lain. Si Koleris bisa jadi kesal setengah mati karena Si Melankolis menentang cara kerja yang dimau Si Koleris. Si Melankolis kesal karena Si Koleris mau kerja dengan caranya sendiri meski belum tentu sesuai dengan prosedur yang ada. Atau Si Sanguinis yang seringkali bergerak lincah dan heboh dalam kesehariannya, senang tampil dan menjadi pusat perhatian, bicara dengan volume keras dan bergairah penuh semangat, sedangkan Si Phlegmatis lebih merasa nyaman dengan ketenangan dan kesunyian, lebih nyaman menjadi seorang yang bekerja di balik layar, sehingga bisa merasa terganggu bila dituntut bekerja dengan cara yang sama dengan Si Sanguinis.

 “Duh, seharusnya kan dia peka lihat keadaan, kalau lihat temennya susah, kerjaannya numpuk, dan dia free, mbok ya nawarin bantuan.”

 “Perfeksionis banget sih jadi orang. Mbok ya hidup itu santai seperti di pantai. Yang penting enjoy.”

 “Seharusnya dia ngerjain sesuai SOP, sesuai peraturan. Kalau sudah jelas peraturannya ya jangan dilanggar. Gitu aja kok susah.”

Bagaimana jadinya bila masing-masing pribadi menuntut orang lain agar berlaku atau memiliki sudut pandang yang sama dengan dirinya seperti beberapa contoh di atas? Tentu akan potensial timbul konflik antar pribadi. Di sinilah letak manfaat kita mengenali tipe kepribadian diri dan rekan kerja kita. Paling tidak, minimal kita menjadi dapat lebih mengerti dan memahami mengapa ia berperilaku begitu dan bukan begini. Saat seorang rekan berbicara atau berperilaku yang tidak sesuai dengan sudut pandang kita, belum tentu hal tersebut karena yang bersangkutan bertujuan untuk menyakiti kita, namun memang begitulah cara pribadinya bekerja.

Setelah mampu memahami dan memaklumi perbedaan tersebut, berikutnya, akan lebih baik bila kita dapat menyesuaikan diri dengan tipe kepribadian rekan kita saat berinteraksi, sehingga hubungan antar pribadi tetap dapat berjalan dengan penuh toleransi dan lebih lancar serta menyenangkan. Keterampilan memahami perbedaan dan menjaga fleksibilitas ini tentu akan menjadi poin penting dalam kehidupan komunitas kerja kita.

Salam,
Galuh Nindya

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s