Kala kawan baik bertemu jodohnya

Lama tak update tulisan di blog, akhirnya saya bisa juga nambahin tulisan. Tapi mohon maaf, kali ini saya cuma mau curhat. hehehe

Siang tadi, saya baru saja menghadiri prosesi akad nikah seorang kawan baik. Ia kawan baik saya selama di bangku kuliah dulu. Susah-senang, jelek-baik, kami sudah saling tahu. Pun dengan kisah cintanya. Jadi hari ini, rasanya campur aduk. Saya merasa sangat bahagia & terharu karena akhirnya saya bisa melihatnya bersanding dengan seorang pria yg dicintainya selama bertahun-tahun. Saya juga terharu karena saya tau lika-liku perjuangan cinta mereka berdua hingga bisa menempuh pelaminan. Bagaimana sang pria yang dicintainya rela berkali-kali menghadap ke ayahnya, meminta sang putri. Bagaimana sang pria rela & siap berdiskusi dg sang ayah. Bagaimana sang pria rela terus memperbaiki diri & menambah ilmu agar lamarannya diterima & direstui. Dan hingga akhirnya ia bisa memperoleh kepercayaan dari sang ayah untuk mengambil alih tanggung jawab menjaga putri tercintanya. Heu.. saya merinding! Mendengar pengantin pria mengucapkan akad dengan suara berat & tegas, dan disambut dengan iringan kata-kata “sah!” yang saling bersahutan membuat saya hampir saja meneteskan air mata. Akhirnya sahabat baik saya menikah juga.

Nah, akhirnya sahabat baik saya menikah juga. Tentu saya bahagia. Namun entah mengapa, ada beberapa rasa yang lain yang menelusup di hati. Kawan saya ini kawan baik saya. Kami sering menghabiskan waktu bersama. Berbagi cerita suka-duka, berbagi ilmu, mengaji bersama. Ia sudah selayak saudara sendiri, seperti anak ke-5 bagi kedua orangtua saya. Bahkan ia sering menginap di rumah saya. Meski bila tidur bersama, kami lebih banyak lembur sampai pagi karena cerita tak habis-habisnya dan baru bisa terlelap menjelang pagi karena mata sudah memaksa menuntut haknya. 😀 Keluh-kesah, duka-lara pun kami saling berbagi. Bahkan rahasia yang kedua orangtua kami pun tak tahu, kami berbagi. Hingga saat ini, tak ada yg bisa lebih saya percayai untuk menumpahkan segala keluh kesah selain ia. hehe.. *agak lebay ya?*

Ya, ia menikah, saya bahagia. Namun rasanya ada yang hilang. Saya tau ia tak akan ke mana-mana, namun tentu setelahnya akan berbeda. Ia sudah punya tanggung jawab lain mendampingi suaminya. Kini, suaminyalah prioritas utamanya. Bila biasanya kami berangkat mengikuti kajian bersama, setelah ini tentu tak akan lagi. Saya tak akan bisa lagi ke kantornya, menemaninya bekerja hingga sore hari, sembari menunggu waktu maghrib tiba, dan berangkat mengaji bersama. Setelah ini, tentu ia tak bisa lagi menghabiskan waktu di kantor lewat jam kerja menunggu waktu maghrib. Tentu sebisa mungkin ia harus pulang tepat waktu dan pergi mengaji bersama suaminya. Tak lagi dengan saya. :’)

Setelah ia menikah, tentu ia tak bisa lagi sebebas dulu menginap di rumah saya. Toh sudah ada suaminya yang menemani. Meski ia menghibur bahwa kami tetap bisa menginap bersama bila suaminya tugas di luar kota. Gantian saya yang menemani di rumahnya. Katanya. Namun tetap, rasanya beda. Seperti ada bagian dari diri yang hilang. Hiks.

Rasa berikutnya, entah ini rasa apa. Yang jelas, melihatnya mencium tangan suaminya dengan penuh takzim, saya jadi makin ingin nikah. Hehe.. Bagaimana tidak. Setelah menikah, semuanya jadi berpahala. Senyum saja pahala, cium tangan pahala, belum berbagai bentuk pengabdian lainnya. Semuanya ada ridho Allah. Belum lagi ada partner yg bisa saling menjaga, menjadi pakaian satu sama lain. Saling mengisi & mengingatkan dalam kebaikan. Setelah menikah, semuanya tak lagi diperjuangkan/dihadapi sendiri. Ada kawan berbagi.

Setelah proses akad nikah selesai. Mengiringi doa untuk mereka berdua, saya tambahkan doa untuk diri saya sendiri. Semoga saya juga disegerakan setelahnya. Hehehe

Aaamiin yra..

Btw, apa yg saya rasa ini lebay ga sih? Ada yg pernah mengalaminya juga? 😀

Salam,
Galuh Nindya

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s