Olala.. Again and again!

Sore ini, saya pulang kantor agak terlambat karena masih ada pekerjaan yg perlu saya selesaikan. Atasan saya menemani sambil sesekali mengajak saya ngobrol. Awalnya, beliau melempar topik tentang berbagai training hipnosis & hipnoterapi, juga menyinggung Neuro Linguistic Programming atau yang biasa dikenal dengan NLP. Lama kelamaan, topik bergeser ke arah dunia meditasi dan sejenisnya, serta bagaimana korelasinya antara berbagai kegiatan tersebut. Bahwa ternyata berbagai kegiatan mind engineering itu serupa dan saling berhubungan. Hanya saja, ada yang sifatnya tradisional, ada yang sudah disertai sentuhan modern. Sayangnya, kali ini saya bukan mau membahas tentang meditasi, hipnosis, dan sejenisnya tersebut, tetapi lebih kepada alur pembicaraan kami. Setelah berbicara tentang mind engineering, tiba-tiba pembicaraan berbelok kepada rencana pendidikan yang ingin kembali saya tempuh serta bagaimana orientasinya ke depan. Dan inilah asal muasal tulisan ini bermula.

Saya mengutarakan keinginan saya pada atasan untuk melanjutkan pendidikan profesi, serta berbagai pertimbangan dan kemungkinan kendala yang akan saya hadapi. Secara informal tentu saja. Beliau memberi arahan mengenai keinginan saya tersebut. Apa saja yg perlu saya pertimbangkan, bagaimana kelak tugas kantor saya, bagaimana daya tahan fisik saya, dan sebagainya. Tak ketinggalan pula pertimbangan jodoh dan keluarga.

Ya! Lagi-lagi bahasan ini muncul. Beliau mengutarakan bahwa memang secara kodrati, wanita berbeda dari pria. Seorang wanita, memangku beban detik waktu di punggungnya. Semakin lama semakin berputar. Semakin lama, semakin banyak tanggung jawab yg ditanggungnya. Ini pertimbangan pertama. Kedua, beliau mengutarakan bahwa bagaimanapun juga, semakin tinggi pendidikan seorang wanita single, semakin takut pulalah para pria untuk mendekatinya. Nah! Semakin berlanjutlah berbagai pesan implisit beliau kepada saya. Dari yg saya tangkap, beliau berpesan bahwa saya tak perlu menentukan target/syarat terlalu tinggi untuk jodoh saya, yg penting ngobrol nyambunglah minimal. Bahwa saya tak perlu mengulur-ulur waktu lagi bila sudah di depan mata. Bahwa saya tak perlu juga dengar semua kata-kata orang tentang calon saya, tak perlu pasang mata-mata, apalagi menyelidiki calon saya dari A sampai Z (mungkin anggapan beliau, saya sudah ada calon kali ya?).

Makin ke belakang, pembicaraan semakin jauh dari tema hipnosis dan semakin mendekat dg topik jodoh (lagi).

Yang saya heran, mengapa entah apapun topik pembicaran kami bermula, selalu ada tema jodoh terselip di dalamnya. Entah ini pembicaraan informal keberapa dg beliau, entah di jam-jam lembur, atau jam tugas luar, yg mengandung pesan implisit tentang dunia per-jodoh-an yang selalu hanya bisa membuat saya tersenyum-senyum sebagai feedbacknya. Entahlah. Sepertinya kok atasan saya ini khawatir benar dengan cerita dunia per-jodoh-an saya. Daaan.. ternyata tak hanya beliau yang memberi pesan-pesan implisit dengan tema tersebut. Pesan implisit dengan tema serupa juga kerapkali disampaikan kepada saya oleh atasan tetangga. Menular! 😀

“Anyway, terima kasih banyak pak, atas pesan-pesannya. Mohon doanya sekalian, supaya lain waktu saya bisa beri bapak undangan pernikahan saya sebagai feedbacknya.”

*Maaf tulisan kali ini mungkin terasa agak ga jelas. Maklum, saya tulis sambil menunggu antrian dokter saat fresh sepulang kerja. Guna mengalihkan rasa bosan menunggu sekaligus mumpung masih ingat. hehehe

Salam,
Galuh Nindya

Posted from WordPress for Android

Advertisements

6 comments

  1. hwahahahahaa…. topik yang lagi hangat di kohort2 kita itu, gal.. senyumin aja… makin banyak yg bilang atau tanya gitu, berarti makin banyak pula orang yang care dan sayang sama kita.
    udah mulai sering nulis lagi nih kayaknya…. :p

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s