Tentang Waktu

Pernahkah engkau, saat sedetik dua detik,
lalu tiba-tiba dalam hati penuh kukuh berharap ialah yang selama ini telah engkau nanti untuk menjadi imam dalam hidupmu?

Pernahkah engkau, kala sekilas lalu,
tetiba saja membatin selarik doa,
bahwa ia yang baru saja ada di hadapanmu itu, ialah yang nanti benar-benar akan menjadi kawan berbagi meniti perjalanan hidupmu?

Pernahkah engkau, tak peduli lagi untuk merombak ulang topeng-topeng personamu,
dengan hati ringan melepas semuanya, dan kau tunjukkan saja apa adanya dirimu?
Pernah?

Cukup sekilas lalu, dan tetiba ia ada di suatu malam dalam harimu.
Jarum-jarum penanda waktu seakan tergelincir, melesat tak terkendali.
ah. terlalu cepat!“, katamu.
Berkecamuk rasamu.

Sehari dua hari, yakin benar dalam hatimu.
Seminggu dua minggu, bertanya-tanyalah isi kepalamu.
Sebulan dua bulan, kau hiburlah dirimu.
Tak ada yang perlu dikhawatirkan.”, batinmu.

Memanglah,
Adakalanya rindu tak perlu disampaikan.
Ada baiknya cukup rapih disimpan.
Sebab tak pernah kita tau,
akankah ia terus layak mengisi relung untuk yang ditunggu,
Atau… siapa tau,
Suatu saat ia akan menjumpai masa kadaluarsanya
Tergantikan dengan rasa yang baru.
Tak perlu lah terburu-buru!

Tentang hidupnya?
Tak perlu ragu.
Ada Tuhan yang akan selalu menjaganya untukmu.
Teruslah perbaiki diri.
Bila masanya, jumpalah engkau pada yang dinanti.

Salam,
Galuh Nindya

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s