Filosofi Pensil

Teringat tentang filosofi berikut, yang saya dapat juga dari salah satu pelatihan. Sayangnya, saat itu saya tak sempat mencatat lengkap karena gerak slidenya yang begitu cepat. Alhamdulillah, inti pesannya sudah meresap di dalam hati. Saya coba search lagi untuk isi detilnya.

Jadilah seperti pensil. Itulah kira-kira pesan singkatnya.
Pensil mempunyai lima kualitas yg bisa membuat kita tenang dalam menjalani hidup, apabila kita pegang prinsip-prinsip tersebut dalam hidup ini:

1. Untuk membuat suatu karya atau mengukir sesuatu, pensil perlu bekerjasama dengan yg lain, sebagai yg menggerakkan.
Pensil mengingatkan kita bahwa kita bisa berbuat hal hebat dalam hidup ini. Seperti pensil, ketika menulis, kita jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini, Allah SWT. Dia akan selalu membimbing kita sesuai kehendak-Nya

2. Pensil perlu diraut terlebih dahulu untuk menghasilkan karya yg lebih bagus. Meskipun sakit.
Dalam proses menulis, pensil terkadang berhenti sejenak untuk diraut dan ditajamkan kembali. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tetapi setelah proses meraut selesai, Si Pensil mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan manusia, dengan kita. Dalam hidup ini, kita harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena hal-hal tersebutlah yg akan membuat kita menjadi orang yg lebih baik lagi.

3. Bila salah mengukir, pensil memberi kesempatan penghapus untuk memperbaiki apa yg salah sebelumnya.
Pensil selalu memberikan kita kesempatan menggunakan penghapus untuk memperbaiki kata-kata yg salah. Oleh karena itu, memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini bukanlah hal yg buruk, karena bisa membantu kita tetap berada pada jalan yg benar.

4. Bagian yg terpenting dari pensil adalah yg ada di dalamnya: karbon. Bukan tampak luarnya.
Sama seperti manusia, bagian internal diri kitalah yang akan berperan. Yang terpenting adalah apa yg ada dalam diri kita, potensi-potensi yg kita punya, karakter, kemampuan, bakat, motivasi, semangat, pola pikir. Itulah yang akan lebih berdampak daripada tampilan luar diri kita.

5. Pensil selalu menghasilkan karya atau goresan.
Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda atau goresan. Seperti halnya manusia, kita. Kita harus sadar bahwa apapun yg kita perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Karena itu, sebaiknya berhati-hati dan sadar akan semua tindakan yg kita lakukan. Pensil pun mengajarkan kita meninggalkan warisan yang berharga melalui karya-karya yang kita tinggalkan. Tugas kita bukan kembali dalam kondisi utuh dan sempurna, melainkan menjadikan diri kita berarti dan berharga.

Semoga kita bisa menjadi seperti apa yang ada dalam filosofi pensil. Aamiin..

Salam,
Galuh Nindya

Catatan diambil dari: (dengan sedikit penyesuaian dan peng-editan)

http://www.acehforum.or.id/filosofi-pensil-t25964.html?s=14f5f17b4fe5606317e98fe981169dc1&

Advertisements

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s