Children Learn What They Live

-ANAK BELAJAR DR LINGKUNGAN HIDUPNYA-

Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan
Jika anak banyak dimusuhi, ia akan banyak menentang
Jika anak dihantui ketakutan, ia akan terbiasa merasa cemas
Jika anak banyak dikasihani, ia akan terbiasa meratapi nasibnya
Jika anak banyak dikelilingi olok-olok, ia akan terbiasa menjadi pemalu
Jika anak dikitari rasa iri, ia akan terbiasa merasa bersalah
Jika anak serba dimengerti, ia akan terbiasa menjadi penyabar
Jika anak banyak diberi dorongan, ia akan terbiasa percaya diri
Jika anak banyak dipuji, ia akan terbiasa menghargai
Jika anak diterima oleh lingkungannya, ia akan terbiasa menyayangi
Jika anak tidak banyak dipersalahkan, ia akan terbiasa senang menjadi dirinya sendiri
Jika anak mendapat pengakuan dari kiri kanan, ia akan terbiasa menetapkan arah langkahnya
Jika anak diperlakukan dengan jujur, ia akan terbiasa melihat kebenaran
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan terbiasa melihat keadilan
Jika anak mengenyam rasa aman, ia akan terbiasa mengandalkan diri dan mempercayai orang sekitarnya
Jika anak dikerumuni keramahan, ia akan terbiasa berpendirian

-ANAK BELAJAR DR YG MEREKA ALAMI-

Bila anak hidup dengan kritikan, Ia belajar untuk mengutuk.
Bila anak hidup dengan permusuhan, Ia belajar untuk melawan.
Bila anak hidup dengan ejekan, Ia belajar menjadi pemalu.
Bila anak hidup dengan rasa malu, Ia belajar untuk merasa bersalah.
Bila anak hidup dengan toleransi, Ia belajar menjadi sabar.
Bila anak hidup dengan penuh dukungan, Ia belajar untuk percaya diri.
Bila anak hidup dengan keadilan, Ia belajar menjadi adil.
Bila anak hidup dengan rasa aman, Ia belajar untuk mempunyai keyakinan.
Bila anak hidup dengan pengakuan, Ia belajar untuk menyukai dirinya.
Bila anak hidup dengan kejujuran, Ia belajar kebenaran.
Bila anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan, Ia belajar menemukan rasa kasih sayang di dunia.

-ANAK BELAJAR DR PERLAKUAN YG DIALAMINYA-

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

(By: Dorothy Law Nolte, 1982)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s