What If

Setiap kali mendengar berita orang meninggal, selalu berkelebatan pertanyaan serupa di kepala:
What i’ve done with my life?
“Sebagai insan, seperti apakah saya akan dikenang?”
“Bagaimana orang lain menggambarkan diri saya kelak jika saya tak lagi ada?”
“Bagaimana respon orang-orang lain di sekitar saya jika saya tak lagi ada dalam kehidupan mereka? Akankah terasa hilang?”
“Bila kematian tetiba menjemput, dan kata maaf belum sempat mengalir, senyum pun belum saling tersungging, akankah ada kesempatan lain?”
And just let the unsaid being left inside. Having sure there will be no regrets. Forever?

Setiap kali ada berita kematian, dinamika di dada. Banjir air mata.
Betapa masih begitu banyak yang belum saya lakukan, belum terkatakan. Betapa masih banyak yang tersia-siakan. 😥

Belum juga bisa saya bahagiakan kedua orangtua, bapak-ibu tercinta.
Belum juga saya bahagiakan ketiga adik-adik. Belum juga berhasil saya bimbing mereka dengan penuh cinta, menjadi insan-insan istimewa.

Belum juga saya berani mengatakan pada mereka semua, orang-orang tercinta, betapa sungguh saya menyayangi mereka, peduli, sepenuh hati. Bapak, ibu, sahabat-sahabat terbaik.

Ah, semoga Allah masih memberi karunia, menyisakan waktu untuk kita semua, mengukir cerita, hingga senja tiba. Aamiin.

Salam,
Galuh Nindya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s